Hosting Node.js dengan worker, cron, dan database dalam satu paket.
Sambungkan repo GitHub, Kosting yang menjalankan npm ci, build, dan start. Aplikasi Node-mu jalan sebagai proses yang hidup terus, bukan skrip yang dipanggil per permintaan. Paket mulai Rp5.000/bulan, bayar lewat QRIS.
Tanpa VPS · tanpa kontrak · bisa juga unggah ZIP
Cara Kosting menjalankan aplikasi Node.
Tidak ada konfigurasi server yang perlu kamu tulis. Isi repo yang menentukan.
Saat kamu menyambungkan repo, Kosting membaca package.json. Framework yang dikenali langsung: Express, NestJS, Nuxt, Next.js, dan proyek React/Vite. Proyek Node lain tetap jalan selama ada script start, berkas Procfile, atau perintah jalan yang kamu isi di Pengaturan.
Pengelola paket mengikuti lockfile di repo: package-lock.json memakai npm, pnpm-lock.yaml memakai pnpm, yarn.lock memakai Yarn, dan bun.lock memakai Bun. Bila ada script build, ia dijalankan saat deploy. Build berjalan di server build, jadi proses kompilasi yang rakus RAM tidak memakan jatah paketmu.
Setelah build selesai, versi baru dinyalakan lebih dulu. Pengunjung baru dipindahkan setelah versi baru siap. Kalau build atau start gagal, versi lama tetap tayang dan kamu menerima log lengkapnya. Lima rilis terakhir disimpan, jadi kembali ke versi sebelumnya cukup satu klik.
Yang kamu dapat untuk setiap aplikasi Node.
Semua ada di paket mana pun yang menjalankan aplikasi, bukan tambahan berbayar.
- runtime
Pilih versi Node
Tersedia Node 20–26. Versi bisa berbeda untuk tiap situs dalam satu paket.
- proses
Worker sampai tiga proses
Jalankan antrean (mis. BullMQ), pengirim notifikasi, atau bot di samping proses web. Mati sendiri? Dinyalakan ulang otomatis.
- jadwal
Cron tiap menit
Satu perintah terjadwal per aplikasi, dijalankan dengan kode dan variabel yang sama dengan proses web.
- variabel
Variabel lingkungan
Isi dari .env.example dibaca otomatis saat situs dibuat, lalu bisa diubah di tab Variabel tanpa menyentuh repo.
- berkas
Folder data yang tidak hilang
Simpan unggahan pengguna di folder DATA_DIR. Isinya tetap ada saat kamu deploy ulang.
- realtime
WebSocket di domainmu
Socket.IO atau ws jalan di domain situs yang sama, termasuk saat memakai domain sendiri dengan SSL.
Yang perlu ada di repo.
Kebanyakan proyek Express atau NestJS sudah memenuhi ini tanpa diubah.
package.jsondengan scriptstart(NestJS bolehstart:prod), atau perintah jalan di Pengaturan.- Server mendengarkan
process.env.PORT, bukan port yang ditulis mati. - Lockfile ikut di-commit supaya hasil install sama dengan di laptopmu.
- Rahasia seperti kunci API diisi di tab Variabel, bukan di-commit ke repo. Contoh namanya boleh ditaruh di
.env.example.
Dibanding mengurus VPS sendiri.
VPS memberi kebebasan penuh. Kosting cocok kalau yang kamu mau hanya aplikasinya jalan.
| Hal | VPS sendiri | Kosting |
|---|---|---|
| Menjaga proses tetap hidup | VPS sendiriPasang dan atur PM2 atau systemd | KostingOtomatis, termasuk restart |
| Domain & SSL | VPS sendiriAtur Nginx dan perpanjang sertifikat | KostingTambah domain, SSL menyala sendiri |
| Deploy | VPS sendiriSSH, git pull, build, restart | KostingPush ke branch utama |
| Rilis gagal | VPS sendiriSitus mati sampai diperbaiki | KostingVersi lama tetap tayang |
| Pembaruan sistem | VPS sendiriTanggung jawabmu | KostingKami yang urus |
Harga paket.
Satu paket bisa berisi beberapa aplikasi Node, Laravel, atau Python sekaligus. CPU, RAM, dan disk dipakai bersama.
Plus
DisarankanBisnis
Pro
Pro+
Pertanyaan yang sering muncul
- Apakah ada hosting Node.js gratis di Kosting?
- Tidak. Kosting tidak punya paket gratis. Paket yang menjalankan aplikasi Node mulai Rp5.000/bulan, dibayar dari saldo yang diisi lewat QRIS, dan saldo tidak hangus.
- Versi Node apa saja yang tersedia?
- Saat ini 26, 24, 22, 20. Versi bawaan 26; versi yang diminta "engines" di package.json, .nvmrc, atau .node-version dipakai otomatis, dan bisa diganti per situs di Pengaturan.
- Aplikasiku harus mendengarkan port berapa?
- Baca dari variabel PORT (process.env.PORT). Kosting mengisinya otomatis dan meneruskan domain situsmu ke port itu.
- Bisa menjalankan bot Telegram atau proses tanpa situs?
- Kosting dibuat untuk situs dan aplikasi web. Bot boleh berjalan sebagai worker di samping aplikasi web yang sama. Kalau yang kamu butuhkan hanya bot tanpa situs sama sekali, VPS lebih cocok.
- Database apa yang bisa dipakai?
- MySQL, dibuat satu klik dari dasbor. Kredensialnya otomatis tersedia sebagai variabel DB_* di aplikasimu. PostgreSQL belum tersedia.
- Apa yang terjadi kalau build gagal?
- Versi yang sedang tayang tetap melayani pengunjung. Log build lengkap tersimpan, dan Bantuan AI bisa membacakan penyebabnya dalam bahasa sehari-hari.
Baca juga
- Hosting LaravelComposer, migrasi, queue worker, dan scheduler tiap menit tanpa SSH.
- Hosting PythonDjango, FastAPI, dan Flask, termasuk ASGI dan WebSocket.
- Hosting Next.jsNext.js dan React dibangun di server, backend dan database di paket yang sama.
- Hosting WordPressWordPress bulanan dengan cadangan harian dan Penjaga AI.
Push kode Node-mu, sisanya kami yang jalankan.
Mulai Rp5.000/bulan. Tanpa VPS, tanpa kontrak.